Pentingnya peran Orang Tua dalam Mengatasi Masalah Stunting pada Anak

Pentingnya peran Orang Tua dalam Mengatasi Masalah Stunting pada Anak

Nama              : Ni Nyoman Alya Putri Tika Sari

NIM                 : 2402030032

Prodi               : Bisnis Digital

Dosen Pengampu Mata Kuliah : Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri, S.M.,M.M.

 

Pendahuluan

Kasus stunting di Indonesia tergolong tinggi. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau berkepanjangan selama masa pertumbuhan awal anak (Ruswiyani & Irviana, 2024). Untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas, langkah awal yang paling penting adalah pemenuhan gizi sejak usia dini, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan (Christina et al., 2022). Oleh karena itu, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan gizi agar janin berkembang dengan baik dan terlahir normal (Ruswiyani & Irviana, 2024).


sumber https://www.perumperindo.co.id/penyakit-stunting-adalah/

Isi

Penyebab utama stunting pada anak di Indonesia adalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan. Selain itu, terdapat faktor tidak langsung yang memengaruhi stunting, seperti kesenjangan ekonomi dan pendapatan, sistem pangan, sistem kesehatan, urbanisasi, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjaga asupan gizi agar anaknya terhindar dari risiko stunting (Dekasari & Gunawan, 2024).

Stunting adalah kondisi kurangnya zat gizi pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dari rata-rata anak seusianya. Kondisi ini dapat memiliki dampak serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang, terhadap kesehatan dan perkembangan anak (Ruswiyani & Irviana, 2024).

Upaya pencegahan stunting memerlukan penyuluhan terkait pengenalan dan pencegahannya (Irmayanti et al., 2021). Melalui pendidikan kesehatan yang baik, diharapkan para ibu dan keluarga dapat memahami pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang (Dekasari & Gunawan, 2024). Jika tidak ditangani, stunting dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian, serta menghambat pertumbuhan kemampuan motorik dan mental anak (Christina et al., 2022).

Peran keluarga, terutama ibu, sangat penting dalam menentukan status gizi dan kualitas tumbuh kembang anak. Untuk menunjang asupan gizi yang baik, ibu perlu memberikan makanan yang kaya serat dan vitamin, serta menerapkan praktik kebersihan diri dan lingkungan (Irmayanti et al., 2021).

sumber https://rsibontang.com/2023/01/25/cegah-stunting-dengan-protein-hewani/

Penutup

Stunting meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, karena anak dengan tubuh pendek berat badan idealnya juga rendah (Christina et al., 2022). Oleh karena itu Peran ibu sangat penting dalam mendukung perkembangan anak, tidak hanya dari aspek nutrisi tapi juga dalam memberikan stimulasi dan perhatian emosional (Ruswiyani & Irviana, 2024). Selain itu peran pemerintah sangat di perlukan untuk mengadakan penyuluhan terkait pengenalan dan pencegahan stunting(Irmayanti et al., 2021). 

Daftar Pustaka

Christina, C., Gunawan, G., Sultanea, R., Lestari, D., Azizah, U., Haniifah, H., … Farhan, M. M. (2022). Pola Asuh Orangtua Dan Kurangnya Gizi Anak Penyebab Stunting Di Desa Karangduwur, Kalikajar, Wonosobo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 2(2), 188–195. https://doi.org/10.51805/jpmm.v2i2.88

Dekasari, Y., & Gunawan, T. (2024). Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Balita di Indonesia: Pengabdian di Kabupaten Pesawaran. JPKM i Journal.Danisapublisher.Id, 2024(2), 129. Retrieved from https://journal.danisapublisher.id/

Irmayanti, Fattah, N., & Raudhani, N. (2021). Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia, Vol.2 No.1 (Maret, 2021); e-, 2(1), 9–14. Retrieved from Irmayanti%0A1*%0A, Nurfachanti Fattah%0A2%0A, Nadila Raudhani

Ruswiyani, E., & Irviana, I. (2024). Peran Stimulasi Psikososial, Faktor Ibu, dan Asuhan Anak dalam Meningkatkan Perkembangan Anak Stunting: Tinjauan Literatur. Jurnal Parenting Dan Anak, 1(2), 8. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i2.313

https://primakara.ac.id/ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi Santai Yuk! 5 Cafe Terdekat di Denpasar yang Wajib Kamu Coba

Perilaku Konsumen dalam Menghadapi Krisis, Bagaimana perilaku konsumen berubah selama krisis ekonomi saat pandemi COVID-19

Tempat Makan Romantis di Bali: 5 Rekomendasi untuk Momen Tak Terlupakan